Syaikh Muhammad Nashirrudin Al Albani
Wednesday, June 28th, 2006Syaikh Muhammad Nashirrudin Al Albani
( Mujaddid dan Muhadditsin Abad ini )
Nama dan Nasabnya
Beliau –rahimahullah- adalah Al-Muhaddist Al-Allamah Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh Najati Al-Arnauth Al-Albani.
Kelahirannya
Beliau –rahimahullah- dilahirkan tahun 1333 H bertepatan dengan 1914 M di Skoeder ibukota Albania Eropa, dalam keluarga yang penuh dengan pancaran ilmu. Ayahandanya adalah rujukan manusia di sekitarnya dalam ilmu dan nasehat
Pertumbuhan dan Guru-gurunya
Ketika Albania berubah menjadi negeri yang berwawasan sekuler barat, keluarga beliau hijrah ke Damaskus, Syria. Di situ beliau masuk di Madrasah Is’af Al-Khairi di Damaskus dan menamatkannya dengan prestasi yang menonjol ( sempurna ).
Beliau mengkhatamkan Al-Qur’an dengan riwayat Hafsh dari ‘Ashim atas bimbingan ayahnya, sebagaimana beliau belajar kepada Syaikh Sa’id Al-Burhany kitab Maraqil Falah fil Fiqh Hanafi dan sebagian kitab-kitab lughah dan balaghah, di saat beliau waktu itu sering menghadiri halaqah Syaikh Allamah Bahjah Bahtiar.
Mengingat pandangan pribadi ayahandanya pada pendidikan formal dari segi agama, maka diputuskan, beliau tidak melanjutkan pendidikan formal dan memberikan metode pengajaran ilmiah yang khusus baginya, dengan memberikan pengajaran Al-Qur’anul Karim, Tajwid, Nahwu, Sharaf, dan Fiqh diatas Mazhab Hanafi.
Beliau mendapat keahlian memperbaiki jam dari ayahandanya, lalu beliau menekuninya sehingga menjadi ahli reparasi jam yang masyhur. Beliau mengais rizki dari keahliannya tersebut. Profesi tersebut memberikan waktu yang luas untuk menelaah dan mempelajari kitab-kitab. Sebagaimana tinggalnya beliau di Damaskus memberikan kesempatan untuk dirinya mempelajari bahasa Arab dan ilmu-ilmu Syar’i dari referensi-referensi yang otentik.
Perhatiannya kepada Ilmu Hadits
Meskipun ayahandanya sangat menekankan agar mendalami fiqh Mazhab Hanafi dan memperingatkannya dari mempelajari ilmu Hadits, tetapi beliau mengarahkan perhatiannya kepada ilmu Hadits. Beliau mulai mendalami ilmu Hadits ketika berusia 20 tahun dengan banyak mendapat faidah dari Majalah Al Manar yang diterbitkan oleh Asy- Syaikh Rasyid Ridha.
Karya ilmiah dalam ilmu Hadits yang pertama kali beliau tulis adalah ta’liq atas kitab Al-Mughni an Hamlil Asfar fi Takhrij Ma fil Ihya’ minal Akhbar karya Al Hafizh Al-Iraqi.
Karya ini merupakan pintu pembuka bagi beliau dalam menggeluti ilmu hadits. Sejak itu ilmu hadits mendominasi kesibukannya. Jadilah beliau terkenal dengan keilmuannya di bidang kajian keilmuan ilmu hadits di medan ilmiah kota Damaskus. Sampai-sampai penjaga perpustakaan Azh-Zhahiriyyah Damaskus menyiapkan ruangan khusus bagi beliau untuk melakukan penelitian ilmiah. Beliau juga diberi duplikat kunci perpustakaan sehingga bias masuk ke perpustakaan kapan saja beliau inginkan.
Beliau mulai menulis karya ilmiah sejak usia 20 tahun. Tulisan perdana dalam bidang fiqh dengan mengacu kepada dalil adalah kitab Tahdzir Sajid min Ittikhadzil Qubur Masajid yang telah beberapa kali dicetak ulang. Dan takhrij perdananya adalah Raudhun Nadhir fi Tartib wa Takhrij Mu’jam Thabrany Ash-Shaghir yang sampai sekarang masih berupa manuskrip.
Kesibukannya dalam menggelitu hadits-hadits Rasululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam memberika arahan kepadanya untuk menempuh manhaj as-salaf, terlebih ketika beliau menelaah tulisan-tulisan Syaikhul Islam Ibnu Taiymiyah dan muridnya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, serta selainya dai para tokoh madrasah salafiyah.
Syaikh Albani kemudian memegang panji dakwah tauhid dan sunnah di Syria dengan mengunjungi banyak masyayikh di Damaskus sehingga terjadilah diskusi ilmiah antara beliau dengan mereka dalam masalah tauhid, ittiba’, ta’ashub mazhab, dan bid’ah. Banyak penganut ta’ashub mazhab dan ahli bid’ah menghalangi dakwah beliau. Mereka mempengaruhi orang-orang awam agar tidak mengikuti dakwah Syaikh Al Albani dan menjuluki dirinya sebagai orang wahabi yang sesat. Di saat itu pula dakwah beliau mendapat sambutan baik dari para ulama yang masyhur di Damaskus seperti Al-Allamah Syaikh Bahjah Bahtiar, Syaikh Abdul Fattah Al-Imam, Syaikh Taufiq Barzah, dan selain mereka dari para ahlul ilmu ataupun ulama.
Kegiatan Dakwahnya
Beliau menyampaikan dakwahnya melalui :
1. Halaqah-halaqah taklim yang diadakan seminggu dua kali, dihadiri oleh para penuntut ilmu dan sebagian dosen-dosen universitas, diantara kitab yang dikaji di halaqah taklimnya adalah :
· Fathul Majid Syarh Kitabit Tauhid karya Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh
· Raudhah Nadiyah Syarah Dhurar Bahiyah Syaukani karya Siddiq Hasan Khan
· Ushul Fiqh karya Abdul Wahhab Khalaf
· Ba’its Hatsits Syarh Ikhtisar Ulumil Hadits karya Syaikh Ahmad Syakir
· Minhajul Islam fil Hukm karya Muhammad Asad
· Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq.
2. Rihlah dakwah setiap pekan pertama tiap bulan, beliau mengunjungi propinsi-propinsi di Syria dan beberapa tempat di Urdun ( Jordania ). Hal inilah yang menyebabkan orang-orang yang benci kepada dakwah beliau mengadukannya kepada pemerintah Syria sehinga beliau dipenjara.
Menerima Ujian dan Hijrahnya
Pada awal tahun 1960, Syaikh Albani di bawah pantauan pemerintah Syria dengan tuduhan melakukan kesalahan politis, padahal beliau sangat jauh dari kegiatan politik praktis, beliau dipenjara dua kali, yang pertama sebelum tahun 1967 selama lebih kurang satu bulan di Qal’ah Damaskus, tempat dahulu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dipenjara. Ketika terjadi perang pada tahun 1967 pemerintah Syria melepaskan semua tahanan politik.
Ketika perang semakin sengit beliau dipenjara lagi, yang kedua ini bukan di Qal’ah tetapi di hiskah sebalah tenggara Damaskus, selama 8 bulan. Selama itulah beliau mentahqiq Mukhtasar Shahih Muslim karya Al Hafizh Al Munziri.
Kegiatan Ilmiahnya
1. beliau diminta oleh Fakultas Syari’ah Universitas Damaskus untuk mentakhrij hadits-hadits buyu’ yang kemudian diterbitkan oleh Universitas Damaskus pada tahun 1955.
2. beliau diminta oleh Universitas Salafiyah Benares India untuk mengajar mata kuliah hadits, tetapi beliau meminta maaf tidak bisa memenuhi karena sulitnya keadaan dengan terjadinya perang antara India dan Pakistan.
3. beliau diminta oleh Menteri Pendidikkan Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Hasan Alu Syaikh pada tahun 1388 H untuk menjadi Kepala Bagian Pasca Sarjana Universitas Makkah, tetepi hal itu tidak bisa terlaksana.
4. beliau terpilih menjadi anggota Majelis A’la universitas Islam Madinah pada tahun 1395-1398 H.
5. beliau memenuhi undanga Persatuan Mahasiswa Muslim di Spanyol dan memberikan ceramah yang kemudian dicetak dengan judul Al-Hadits Hujjatun Binafsihi fil Aqaidi wal Ahkam.
6. beliau mengunjungi negeri Qatar dan memberikan ceramah yang berjudul Manzilatus Sunnah fil Islam.
7. beliau ditugasi oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz direktur Darul ‘Ifta wad Dakwah Untuk berdakwah di Mesir, Maroko dan Inggris.
8. beliau mengunjungi Kuwait, Emirat, dan beberapa Negara Eropa untuk berdakwah.
9. pada tahun 1419 H bertepatan dengan tahun 1999 M beliau diberi anugrah Penghargaan Internasional King Faishal dalam pengabdiannya di bidang hadits.
Murid-muridnya
Di antara murid-muridnya adalah Syaikh Hamdi Abdul Majid As-Salafi, Syaikh Ali Khassan, Syaikh Muhammad led Abbasi, Syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah, Syaikh Muhammad Jamil Zainu, Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi, Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali, Syaikh Muhammad Musa Nashr, Syaikh Masyhur Hasan Salman, dan masih banyak lagi selain mereka.
Pujian Ulama Kepadanya
Syaikh Abdul Aziz bin Baz –rahimahullah- berkata, “Aku tidak pernah melihat saat ini dikolong langit seorang yang lebih alim tentang hadits seperti Al-Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani adalah Mujaddid Zaman ini dalam dugaanku Wallahu A’lam.”
Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al-Abbad –hafizhahullah- berkata,” Beliau, Syaikh Al-Albani termasuk para ulama yang menonjol yang menghabiskan umur mereka di dalam pengabdian kepada Sunnah, berdakwalah ilallah, membela aqidah salaf, memerangi bid’ah, dan membela sunnah.”
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin –rahimahullah- berkata,”Yang kukenal dari beliau dari sedikit pertemuanku dengan beliau, bahwa beliau sangat bersemangat mengamalkan sunnah dan memerangi bid’ah, baik dalam aqidah maupun amalan. Tulisan-tulisannya menunjukkan keluasan ilmunya tentang hadits, secara riwayat maupun dirayah, dan alloh telah memberikan manfaat yang besar kepada kaum muslimin dengan sebab tulisan- tulisan nya “
Wafatnya
Syaikh Al- Albani wafat menjelang hari Sabtu di Yordan menjelang 22 Jumadi Tsaniyyah tahun 1420 H yang bertepatan dengan 2 Oktober 1999 M, dimakamkan sesudah shalat Isya’. Semoga Alloh meridhainya dan menempatkan dalam keluasan JannahNya
Rujukan
Tarjamah Syaikh Al-Albani, dari www.albani.org ( disusun oleh Abu Aisyah, dari Majalah Al-Furqon –menebar dakwah salafiyah ahlusunnah wal jama’ah- Edisi 11 Tahun IV, Jumadil Awal 1426 H ) –ditulis ulang oleh abu yahya adjhee al-bykazi.-