Alangkah Mulianya Menuntut Ilmu Agama !!!
Imam Ibnu Qayyim
Al-Jauziyyah rahimahullah, berkata :
( Ilmu adalah
peninggalan dan warisan para Nabi, oleh karena itu ), Ahli Ilmu adalah pewaris
para Nabi. Ilmu adalah kehidupan bagi hati, pelita tuk penerangan dan obat bagi
sanubari. Ilmu adalah taman akal pikiran, penyejuk bagi yang dilanda resah dan
gulana serta kelezatan bagi rohani. Dialah petunjuk bagi yang ditimpa
kebingungan dan dialah timbangan bagi kata dan amal perbuatan serta realita
dalam kehidupan ini
Ilmu adalah
pembeda antara keraguan dan keyakinan, antara petunjuk dan kesesatan. Dengan
ilmu itulah Alloh dikenal dan di ibadahi, disebut dan di Esakan, di sanjung dan
dipuji. Dengan ilmulah seseorang yang berjalan menemukan tujuan. Dari jalan
ilmulah orang bisa meraih impian dan harapan. Dengan ilmulah ( manusia )
mengetahui hukum-hukum syari’at, mengenal mana yang halal dari yang haram.
Dengan ilmu itulah tali persaudaraan semakin merekat. Dengan ilmu itulah bisa
diketahui apa yang dicintai dan diridhai
oleh Alloh subhanahu wa ta’ala, yang dengan mengikuti ( syari’at-Nya )
seseorang bisa mendekatkan diri kepada-Nya.
Ilmu adalah imam
dan perbuatan adalah makmumnya. Dia adalah panglima sedangkan amal adalah
prajuritnya. Ilmu adalah teman dikala keterasingan, tempat kecurahan hati
dikala kesepian, penghibur lara tatkala dirundung kegelisahan. Ilmu adalah
penyingkap bagi kesamar-samaran. Ilmu adalah suatu kekayaan yang takkan pernah
miskin pemiliknya. Ilmu adalah tempat bernaung yang takkan pernah tersia-siakan.
Mempelajari ilmu
adalah tasbih, menuntut ilmu merupakan jihad dan mendekatkan diri kepada Alloh.
Menyebarkan ilmu itu shadaqoh, mengulang kembali itu sama pahalanya dengan
puasa dan shalat ( dimalam yang gelap gulita-pent ) kebutuhan manusia akan ilmu
melebihi kebutuhan tuk makan dan melepas dahaga.
( Madaarijus
Salikin 3 / 469 – 470 ; Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, Edisi 12 Th. II 1425 H / 2005 M )