Murrabi’… Sekarang Aku Telah Menemukan Kebenaran Itu

( bagian kedua dari serial ‘Kembalilah Murrabi’ku’,
tulisan sebelumnya adalah ‘Pesan Singkat Untuk Murrabi’ku’ bagi yang belum
mengikutinya dapat dibaca  di sini
)

 

Alhamdulillah..ini mungkin surat kedua yang aku
tujukkan untukmu, guruku sekaligus sahabatku tersayang. Oh iya semoga engkau
telah membaca suratku sebelumnya dan semoga pula kau tak merasakan keheranan
ataupun terkejut sebelumnya.

 

Akhi / ukhti murabbi’ku.. aku telah mengetahui dan
mengikuti kajian yang dikatakan penuh dengan kebenaran itu, dan aku sangat
merasakan hal yang berbeda di dalam kajian itu. Kenapa yaa..?? mungkin karena
ini kali pertama aku merasakan sebuah sensasi baru dalam kehidupan keislamanku.

 

Akhi / ukhti murabbi’ku.. sebenarnya aku sangat
riskan untuk mengatakan ini. Hal ini terjadi ketika aku baru pertama kalinya
memasuki majelis kajian itu. Entah mengapa yaa..?? saat itu aku sendirian
memasukinya dan merasakan hatiku penuh dengan gejolak yang semakin lama,
semakin terus berkecamuk di dalam dadaku ini.

 

Akhi / ukhti murrabi’ku.. sungguh kudapati kajian
yang penuh ilmu, perkataannya tak pernah keluar dari apa yang difirmankan oleh
Alloh dan apa yang dikatakan oleh RasulNya, selain itu pula aku temukan di
dalamnya para ustadznya (begitu mereka menyebutnya) tidak termakan dengan
isu-isu yang terjadi di luaran sana.. seakan-akan dalam kajian ini terdapat
keteduhan dan sajiannya tidak terlepas dari sesuatu yang melalaikan dan
merugikan.

 

Akhi / ukhti murrabi’ku.. mengapa ketika ku disana
aku menemukan sesuatu yang berbeda di bandingkan dengan halaqoh kita, tidak
sekalipun mereka mengatakan tentang sesuatu berdasarkan kehendak dan dari akal
pikiran mereka, ketika itu juga bila bersamamu halaqoh kita terfokus pada
tarbiyah. Maka kali ini lain, kali ini kajian yang ada memfokuskan kepada dua
hal sekaligus yaitu tashfiyah dan tarbiyah.. mengapa seperti itu..?, semoga
nanti aku menemukan jawabannya..

 

Akhi / ukhti murrabi’ku.. sungguh aku sangat ingin
untuk mengajakmu dan sahabat kita yang lain untuk duduk di kajian itu, bersama
saudara muslim yang lain menikmati indahnya untaian perkataan-perkataan yang
bermanfaat dari Alloh dan RasulNya dengan pemahaman generasi yang sesungguhnya
merasakan kemenangan, yaa… generasi  yang
penuh dengan kegemilangan dan kebenaran dibawah bimbingan hamba Alloh yang
paling dicintaiNya alaihimush shalatu wa sallam.

 

Akhi / ukhti murrabi’ku.. ikutlah dikajian itu
niscaya engkau, aku, dan sahabat yang lain akan merasakan sesuatu yang
subhanallah…. membuat mataku semakin berkaca-kaca dan merasakan kegembiraan
yang nyata. Sebagaimana ketika dahulu aku menemukan halaqoh yang di bina
olehmu..

 

Akhi / ukhti murrabi’ku.. mari kita bersama ikuti
kajian itu, mari bersama pula kita memfokuskan kepada ilmu yang bermanfaat dan
pemahaman yang benar, mari bersama juga kita menuntut ilmu yang diridhai oleh
Alloh.. majelis yang penuh dengan dzikrullah.. majelis yang dipenuhi oleh para
malaikat yang membentangkan sayapnya.. majelis yang diisi oleh orang-orang yang
semangat untuk bersegera kepada kebaikan..majelis yang penuh dengan hamba-hamba
Alloh yang zuhud..hamba Alloh yang wara’.. dan hamba Alloh yang senantiasa haus
dengan ilmu syar’i berlandaskan kitabullah dan sunnah Rasululloh shallahu
‘alaihi wa sallam.

 

Akhi / ukhti murrabi’ku.. aku berharap kepada
Alloh, semoga surat ini dapat membuat dirimu menemui kebenaran yang selalu
engkau rindui.. akhi / ukhti buanglah terlebih dahulu prasangka yang
menyelimuti qalbumu terhadap kajian penuh ilmu ini.. jauhkan pula segala bentuk
caci-maki yang pernah kau lontarkan kepada saudara-saudara muslim kita selagi
dahulu.. toh buktinya murrabi’ku, di kajian yang pernah kau caci dan sering kau
ghibahi ini tersimpan ilmu yang ternyata kita belum pernah mengetahuinya.

 

“…
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi
(pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui,
sedang kamu tidak Mengetahui.”
( QS. Al - Baqarah : 216 )

 

 

3 Responses to “Murrabi’… Sekarang Aku Telah Menemukan Kebenaran Itu”

  1. aDiE Says:

    wahai saudaraku tercinta..
    kajian apakah itu??
    apakah itu toko kelontong kecil yang berada di sudut pojokan pasar yang jalannya penuh lumpur dan becek?? apakah engkau mendapatkan bumbu-bumbu yang engkau inginkan untuk menjadi rasa terbaik dalam hidupmu??

    Subhanallah..

  2. abu yahya Says:

    pertanyaan pertama ana jawab : Kajian Islam Ahlusunnah wal Jama’ah..insya Alloh akan ana teruskan lagi serial ini sedikit demi sedikit.

    pertanyaan kedua : bukan akhi..bukan di toko kelontong tapi di masjid. becek ? yah kadang becek kalo ujan

    bumbu terbaik dalam hidup ?? walhamdulillah lebih dari sekedar bumbu melainkan ruh tersendiri yang memotivasi hidup.

    cukup barakallohufikum

  3. rizki Says:

    beidewei akh duror pertanyaan anta tentang maulid waktu itu dah dijawab belon ma ente..ana tunggu nih dah ampir setaun lho..

Leave a Reply